MENYIKAPI KEBISINGAN BERSAMA RAMADHAN

HOME > MENYIKAPI KEBISINGAN BERSAMA RAMADHAN

Bulan Ramadhan, bulan penuh berkah dan ampunan dari Sang Pencipta untuk semua hamba-Nya yang beriman, bulan yang agung untuk pelebur dosa bagi umat muslim, itulah mengapa Ramadhan selalu ditunggu-tunggu oleh setiap umat Islam yang merindukannya, begitu banyak keistimewaan yang tidak terdapat pada bulan-bulan lainnya Penghormatan terhadap Ramadhan itu pun sangat dirasakan oleh musisi rock Bondan Prakoso. Ia tak ingin kesempatan besar setahun sekali ini berlalu begitu saja, di bulan puasa ini Bondan tetap beraktifitas seperti biasanya, bahkan ia merasa lebih bersemangat lagi dalam menjalani aktifitas kesehariannya. Sebagai seorang musisi rock ia pun memiliki sisi kehidupan religius yang kental, semua itu tercermin dari sederet karya lagunya yang sarat dengan lirik-lirik penuh filosofi keagamaan.

Seiring kondisi pesta demokrasi yang telah banyak menguras energi masyarakat luas di negeri ini, Bondan merasakan kebisingan dan hingar-bingar yang luar biasa dalam kemelut pertarungan politik yang telah sempurna memeras konsentrasi masyarakat dari yang semestinya tenang berdampingan menjalankan kewajiban beribadah di bulan suci Ramadhan. Tidak hanya pertarungan politik yang beringas, sorak sorai perayaan piala 'sepak bola' dunia pun telah banyak menyerap perhatian masyarakat luas, sehingga bulan yang agung dan penuh rahmat ini terasa cukup kerdil.

Menyimak kondisi yang tengah berlangsung tersebut Bondan merasa sangat prihatin, sebagai musisi muslim ia berusaha untuk tidak goyah dengan situasi Ramadhan yang menurutnya kurang kondusif akibat perpolitikan yang sedang memuncak. Namun demikian, ia justru merasa sangat berterima kasih kepada Sang Khalik, karena disaat politik yang sedang panas bergejolak dan hiruk-pikuk kompetisi piala dunia, Ramadhan justru menjadi obat penenang bagi dirinya.

Berikut beberapa kutipan yang sempat kami himpun saat sedang berbincang-bincang dengan Bondan di sela kesibukannya di bulan Ramadhan baru-baru ini. "Kebisingan dan hingar bingar pemberitaan mengenai pilpres, orang-orang yang mendadak mahir berpolitik, kampanye-kampanye hitam yang mengaburkan pandangan mata hati kita akan yang hak dan yang bathil, belum lagi pesta pora piala dunia, semua itu membuat saya sulit untuk menentukan sikap, hati seakan dipermainkan dengan segala ketidak pastian. Namun Alhamdulillah, Ramadhan kali ini benar-benar telah memberikan saya berbagai solusi dalam menyikapi kondisi yang ada. Ramadhan kali ini betul-betul seakan menyekap, mengisolasi, serta menggurui saya untuk dapat lebih memahami arti dari semua ini." jelasnya.

Bondan memandang bulan Ramadhan selalu mempunyai sesuatu yang sama sekaligus berbeda. "Di setiap bulan Ramadhan, saya selalu merasakan atmosfir yang sama, udara yang sama, nuansa yang sama, dan kenikmatan yang sama, namun hikmahnya selalu berbeda. Tahun ini, selain punya banyak waktu untuk mengintrospeksi diri, saya dan istri juga mendapat kesempatan untuk mengenalkan nikmat berpuasa kepada putri tercinta kami, Kara. Ini merupakan hal yang baru dan sama sekali berbeda dari bulan-bulan Ramadhan sebelumnya." ungkapnya. Bondan juga bercerita bahwa saat ini ia sedang fokus mempersiapkan proses penggarapan beberapa video musik dalam waktu dekat ini. #SD/07/09/2014