BERSENYAWA DENGAN MUSIKIMIA

HOME > BERSENYAWA DENGAN MUSIKIMIA

Masih ingat dengan nama grup band Padi? Band ini melejit pada akhir tahun 90'an dengan lagu-lagunya yang nge-hits seperti; Sobat, Mahadewi, Sesuatu Yang Indah, Semua Tak Sama, dan masih banyak lagi. Band yang digawangi oleh Piyu (gitar), lalu Fadly (vocal), Ari (gitar), Rindra (bass), dan Yoyo (drum) ini akhirnya memutuskan untuk vakum sejenak pada akhir tahun 2010, dengan alasan "Padi butuh pembaruan", ungkap Ari pada salah satu media online. Dua tahun setelah itu, tepatnya pada tanggal 17 Agustus 2012, Fadly, Rindra, dan Yoyo resmi membentuk sebuah grup band baru yang mereka beri nama Musikimia, dengan Stephan Santoso pada posisi gitar. Musikimia kemudian merilis mini album berjudul INDONESIA ADALAH yang berisikan 5 lagu pada akhir 2013 lalu. Dan saat ini, mereka sedang memasuki tahap penggarapan album perdana yang rencananya akan dirilis beberapa bulan mendatang.

Pada konsep album kali ini, Musikimia menggaet 5 produser muda untuk ikut serta membantu selama dalam proses rekaman. Salah satu dari kelima produser tersebut adalah Bondan Prakoso, musisi yang juga telah menelurkan mini album tahun 2014 lalu untuk project solonya. Ketika ditemui di Sling Shot Studio (studio milik Stephan Santoso) di kawasan Cinere, Bondan mengungkapkan keterlibatannya. "Saya dipercaya oleh teman-teman Musikimia sebagai co-producer. Tugas saya adalah membantu mengaransemen 2 lagu yang berjudul Taman Sari Indonesia dan Sebebas Alam." Selain mengaransemen 2 lagu tersebut, Bondan juga ikut mengawal proses rekamannya hingga selesai. Ia pun memberikan sedikit bocoran mengenai 2 lagu yang telah diaransemennya tersebut. "Lagu Taman Sari Indonesia merupakan lagu yang kuat, nada reffrain-nya catchy dan liriknya pun bagus, mengangkat tema tentang negeri kita yang begitu beragam, kompleks, juga sekaligus indah, sangat cocok dengan pesan-pesan yang ingin disampaikan oleh teman-teman Musikimia dalam bermusik." Kemudian ia melanjutkan, "Sebebas Alam merupakan lagu yang ringan, mudah dicerna, namun memiliki filosofi yang sangat "dalam". Dibalut dengan aransemen yang kental akan nuansa musik reggae, menjadikan lagu ini cocok untuk menemani kita di waktu senggang dan di saat-saat sedang mencari inspirasi." Bondan mengaku sangat menikmati proses rekaman bersama ke-empat musisi kawakan tersebut, menurutnya bekerja dengan mereka sangat mengagumkan. "Mereka merupakan para musisi yang sudah tidak perlu diragukan lagi kwalitas dan jam terbangnya. Ini seperti memimpin 4 Jendral bertempur di medan laga. Betul-betul merupakan suatu kehormatan. Bekerja dan bersenyawa dengan Musikimia adalah pengalaman dan pembelajaran yang sangat berharga bagi saya." ungkapnya. Bondan juga menceritakan bahwa sebelum memulai proses rekaman, ia sempat melakukan riset kecil-kecilan, mulai dari mempelajari tema-tema lagu dan lirik, hingga mengenal karakter dan konsep bermusik dari Musikimia. "Karena ini bukan tugas yang mudah. Sebagai seorang co-producer sangat lah penting untuk mengenal client dan track record-nya sebelum mulai bekerja. Nanti kalau salah-salah bisa kena marah sama fans mereka, hehehe."

Di sela-sela percakapan dengan Bondan, kami pun sempat berbincang-bincang sedikit dengan Fadly sang vocalist. Ketika ditanya mengapa Musikimia memilih Bondan untuk menjadi salah satu co-producer pada album perdana Musikimia ini, Fadly pun menjawab, "Bondan itu jenius, dia merupakan musisi yang sudah lama berkarir dan berkarya dengan pengalaman dan jam terbang yang tinggi. Sebetulnya sudah sejak lama saya ingin sekali diproduseri oleh Bondan. Kemudian setelah berembuk, kami berempat pun sepakat bahwa tidak ada alasan bagi kami untuk tidak melibatkan Bondan dalam album perdana kami ini." Fadly juga menjelaskan bahwa lagu Taman Sari Indonesia ini adalah lagu ciptaan almarhum Franky Sahilatua yang belum sempat dirilis. "Suatu saat kami dipertemukan dengan istri almarhum dalam sebuah project soundtrack film layar lebar, dan kami sempat diminta untuk membawakan lagu almarhum, akhirnya kami sepakat untuk memasukan lagu Taman Sari Indonesia ke dalam album perdana Musikimia. Dan saya senang sekali akhirnya bisa membawakannya dengan aransemen yang dibuat oleh Bondan." Sedangkan untuk lagu Sebebas Alam, Fadly menerangkan bahwa lirik dari lagu tersebut berasal dari puisi karya Sekar Ayu Asmara yang ia gubah menjadi sebuah lagu. "Mbak Sekar adalah kawan saya, dia seorang penulis naskah, penulis novel, dan penulis puisi. Suatu hari beliau mengirimkan saya sebuah puisi melalui e-mail, ketika saya membacanya, saya suka sekali dengan tema dan kata-katanya, lalu saya langsung mendapatkan ide untuk menjadikannya sebuah lagu." Fadly menjelaskan. "Dan jadilah sebuah lagu yang sangat indah and very inspiring." Bondan menambahkan dengan ekspresi dan nada setuju.

Selain Bondan, juga ada Gugun (Gugun Blues Shelter), Nikita Dompas, Stevie Item (Andra & The Backbone/ Deadsquad), dan juga Eben (Burgerkill) yang ikut berperan sebagai co-producer dalam album perdana Musikimia tersebut. Penasaran seperti apa albumnya? Mari kita tunggu bersama-sama. #AJ/24/04/15